The History Villages of Shirakawa-go, Kimono Experience in Kanazawa

Ohayou Gozaimasu….

Rute kali ini kami akan mengunjungi satu dari UNESCO World Heritage yaitu The History Villages of Shirakawa-go (白川郷) dan kemudian balik ke Kanazawa.

Pukul 7 pagi kami telah jalan ke Kanazawa Station untuk melihat Tsuzumi Gate di depan Kanazawa St East Gate Exit. Tsuzumi Gate (Tsuzumi-mon) merupakan simbol dari alat musik tradisional Jepang yang disebut tsuzumi (hand drum).

20170505_071652
Tsuzumi Gate

Morning in Kanazawa

 THE SHIRAKAWA-GO (白川郷)

Saya sebelumnya telah memesan tiket bus yang dioperasikan oleh Nohi Bus. Sebenarnya ada beberapa perusahaan bus yang memiliki rute ke Shirakawa-go. Karena Nohi Bus bisa menerima pemesanan tiket 1 bulan sebelumnya, kami memutuskan memakai Nohi Bus. Untuk detail jadwal, harga dan online reservation bisa dilihat disini. Bus pertama dari Kanazawa ke Shirakawa-go pukul 08.10 selama 1 jam 15 menit.

SHIROYAMA VIEWPOINT

Sesampainya di Shirakawa-go, kami langsung menuju The Shiroyama Viewpoint. Di Shiroyama Viewpoint bisa melihat pemandangan Ogimachi Village. Ada shuttle bus dengan tarif 200 yen sekali jalan yang membawa kami menuju viewpoint. Rute pergi dan pulang sebenarnya bisa diakses dengan berjalan kaki selama 15 menit.

Ogimachi Village (from viewpoint)


OGIMACHI VILLAGE (荻町)

Ogimachi Village (荻町) adalah desa terbesar di daerah Shirakawa-go dan dideklarasikan sebagai UNESCO World Heritage pada tahun 1995. The best time untuk mengunjungi tempat ini adalah pada saat winter dan sempatkan untuk menginap di farmhouse stay.





KANAZAWA

Pukul 11.25 kami menuju Kanazawa dan tiba pada pukul 12.50. Di Kanazawa saya dan teman-teman ingin merasakan pengalaman memakai kimono. Banyak sekali tempat yang menawarkan untuk penyewaan kimono, terlebih didekat daerah wisata.

Kali ini kami telah mem-booking dahulu di Wargo Kimono Rental (link website). Cabang Wargo banyak di kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, Osaka, Kanazawa, dll. Jika reservasi online, kita bisa mendapat potongan harga loh 😊. Selain kimono, kita juga bisa dapat standard hairdo. Harga untuk rental kimono standar +/- Rp 350.000,-

Hairdo

HIGASHI CHAYA DISTRICT

Chaya itu berarti little teahouse, yang pada jaman Edo adalah tempat eksklusif pertunjukan lagu dan tarian oleh Geisha. Kanazawa memiliki 3 distrik dan yang terbesar adalah Higashi Chayagai yang terletak di bagian timur.

Untuk sampai di Higashi Chayagai, bisa naik Right Loop Kanazawa Loop Bus dari Kanazawa Station (10 menit) dan turun di Hashibacho (Koban-mae) Stop. Di Higashi Chayagai banyak sekali restoran, cafe, dan toko-toko.



HAKUICHI CAFE (箔一)

Hakuichi Cafe (箔一) terkenal dengan Gold Leaf Ice Cream. Di Kanazawa memang terkenal dengan kertas emasnya. Hakuichi Cafe yang kami kunjungi berada di daerah Higashi Chayagai dan antriannya paling ramai dibanding cafe lainnya.

img_9742
Gold Leaf Ice Cream

Kami tidak sempat untuk mengunjungi Kenrokuen Garden karena jadwal shinkansen ke Tokyo pukul 18.47 dan kami harus mengembalikan kimono serta mencari makan sebelum perjalanan ke Tokyo selama 2 jam 33 menit.

Advertisements

One thought on “The History Villages of Shirakawa-go, Kimono Experience in Kanazawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s